Jasa layanan perpustakaan


  1.      Promosi Jasa Layanan Perpustakaan Sekolah

Perpustakaan merupakan jantungnya suatu pendidikan baik pendidikan perguruan tinggi sampai pendidikan dasar, namun hingga kini pertumbuhan perpustakaan selalu mengalami kendala, kendala yang mendasar adalah kurangnya anggaran yang dialokasikan ke perpustakaan, yang kedua adalah kurangnya tenaga ahli, karena untuk kemajuan dan keefektifan perpustakaan maka perpustakaan membutuhkan mereka yang secara khusus bidang ilmunya untuk mengelola perpustakaan. Alasan mendasar adalah tenaga perpustakaan bukan saja melayani peminjaman buku atau koleksi perpustakaan yang lain namun lebih banyaknya adalah bagaimana mengembangkan perpustakaan ditangah tantangan global yang begitu pesat sehingga harus dengan telaten melihat dan bertindak kearah lebih baik. Ketiga adalah kurangnya perhatian lembaga pendidikan terhadap tenaga perpustakaan. Mereka yang bekerja diperpustakaan selalu diremehkan dan dikucilkan padahal mau dikatakan bahwa mereka yang sehari-hari bekerja di perpustakaan juga merupakan pegawai yang harus dihormati, dihargai dan sebag


ianya. Kendala-kendala seperti ini memberikan dampak negative terhadap pertumbuhan perpustakaan itu sendiri.

Peran perpustakaan cukup dominan terhadap hasil belajar siswa, karena semua sumber yang merupakan koleksi perpustakaan selalu dibutuhkan oleh siswa. Terlepas dari permasalahan diatas saat ini perpustakaan sudah harus berinovasi menjadi lebih baik. Karena saingan perpustakaan saat ini cukup mengambil peran sehingga perpustakaan-perpustakaan lambat lain mulai sepi karena tidak ada pengunjung. Olehnya itu mereka yang bekerja diperpustakaan harus banyak kerja keras untuk bagaimana melakukan terobosan-terobosan dalam melayani pemustaka, selain itu pengembangan perpustakaan harus mengutamakan promosi-promosi yang dilakukan secara intens dengan menarik agar memberikan daya tarik kepada pengunjung hal ini dilakukan untuk mempertahankan layanan perpustakaan terhadap pemustaka. Kedatangan pemustaka ke perpustakaan merupakan tolak ukur pemanfaatan dan keberhasilan perpustakaan. Oleh karena itu perpustakaan harus dapat menunjukkan tampilan yang elegan, cantik, cerdas, menarik serta memberikan layanan yang ramah kepada pemustaka karena keberhasilan perpustakaan diukur dengan tingkat kedatangan pemustaka dan tingkat keterpakaian koleksinya. Persoalannya bagaimana pemustaka mengetahui ketersediaan koleksi dan aktivitas perpustakaan yang diharapkan dapat membantu dalam perolehan informasi. Ada pepatah mengatakan “tak kenal maka tak sayang”; sehingga perpustakaan perlu memperkenalkan diri dengan segala aktivitasnya kepada pemustaka melalui promotion of library.

Perpustakaan harus dirancang sesuai kebutuhan pengguna perpustakaan walaupun tidak hasil yang didapatkan belum sesuai dengan kebutuhan pemustaka namun paling tidak sudah ada upaya yang dilakukan oleh perpustakaan untuk menjawab semua kebutuhan pengguna perpustakaan. Karena pemaafatan perpustakaan tergantung dari sistem promosi yang dipakai agar masyarakat mengetahui manfaat perpustakaan baik melalui koleksi, fasilitas, dan produk/layanan yang disediakan. Karena sarana yang sangat menunjang untuk kemajuan Pendidikan dalam Sekolah adalah Perpustakaan. Tujuan promosi dilakukan adalah untuk meningkatkan minat para mahasiswa /siswa agar jasa layanan perpustakaan dapat tersalur sesuai dengan tujuan memanfaatkan pelayanan perpustakaan di sekolah itu sendiri. Bila promosi dijalankan dengan baik sesuai dengan programnya, maka perwujudan dari fungsi informatif  akan berjalan dengan baik, baik  di dalam maupun di luar sekolah. Agar dapat menumbuhkan kesadaran akan keberadaan perpustakaan, sampai kepada tindakan untuk memanfaatkannya.


2.      Tujuan Promosi Jasa Perpustakaan

 

1.       Menarik perhatian dengan cara menawarkan jasa perpustakaan kepada pengguna perpustakaan

2.        Ketertarikan pelanggan / seseorang

3.        Menciptakan kesan, kesan pertama adalah tingkat kepuasan pelanggan/pengguna jasa perpustakaan, karena kepauasan akan memberikan kesan yang baik kepada para pengguna jasa.

4.       Membangkitkan minat, terkadang pengguna jasa membutuhkan responsip dari pustakwan, awalnya mungkin seseorang hanya sekedar berkunjung namun kepiawaian putakawan akan menarik simpatik dari pengujung untuk tertarik dengan sesuatu yang ditawarkan oleh pustakawan, disinilah peran promosi sangat berguna untuk memperkenalkan jasa layanan kepada pengunjung.

5.        Memperoleh tanggapan, dengan promosi yang dilakukan diharapkan muncul tanggapan dalam hal ini tentunya tanggapan yang positif.

 

Sebenarnya tujuan utama promosi perpustakaan adalah untuk menawarkan jasa layanan aperpustakaan kepada msyarakat dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perpustakaan dan segala koleksi perpustakaan terhadap pertumbuhan dan pengembangan pengetahuan karena pengetahuan itu tidak statis namun fleksibel dan dunamis. Perkembangan pengetahuan terus berjalan sesuai kebutuhan jaman. Hal inilah yang menjadi tantangan masyarakat kini untuk terus berinovasi untuk beradaptasi dengan budaya, gaya hidup, bahkan pengetahuan yang berkembang sesuai jamannya. Segala upaya yang dijalankan untuk mempromosi perpustakaan adalah untuk mengejar ketercapaian sasaran dari perpustakaan itu sendiri seperti: meningkatkan dan memberikan daya tarik kepada pengunjung perpustakaan, meningkatkan daya penggunaan buku lewat sistem peminjaman dan pengguna jasa, selain itu meningkatkan pemanfaatan koleksi maupun sumber daya yang ada di perpustakaan. Agar menudukung semua program dan kegiatan yang dilakukan  untuk para siswa/pemakai diketahui secara utuh dan jelas oleh masyarakat. Selanjutnya mendapat respon atau tanggapan guna apengembangan perpustakaan pada masa yang akan datang.


3.      Sasaran Promosi Jasa Layanan Perpustakaan

Mempublikasikan lewat sisoalisasi perpustakaan kepada masyarakat luas dengan menggunakan media atau secara lisan dengan sasaran yaitu:

1.       Menginformasikan, atau mrmberitahukan supaya masyarakat luas mengetahui dan mengenal jasala layanan perpustakaan yang kita miliki

2.       Selalu membangun relasi, membangun relasi merupakan langkah penting dalam mempromosikan perpustakaan, pengguna jasa terkadang membutuhkan perhatian dari penyedia jasa. Hal ini akan berdampak apabila kurangnya relasi yang dibangun antara pengguna jasa dengan penyedia jasa maka akan mempengaruhi terhadap tingkat kepuasan pengguna jasa perpustakaan yang kita sediakan. Kesetiaan dari pengguna jasa bukan saja karena penyedia jasa memberikan layanan terbaik dengan menyediakan semua kebutuhan pengguna jasa tetapi kenyamanan dari pengguna jasa juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kepuasan pengguna layanan.

3.       memberikan perhatian kepada pengguna jasa, tidak sebatas mambangun relasi penyedia jasa harus memberikan perhatian kepada pengguna jasa agar memberikan rasa nyaman. pengguna jasa merupakana agen perpustakaan yang perlu tetap diperhatikan agar kualitas slayanan perpustakaan dapat diterima karena hal ini    melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas atau pengguna jasa perpustakaan agar menarik perhatiang pengguna jasa supaya mereka tetap setia dalam menggunakan jasa perpustakaan dengantetap memberikan peluang bagi pengguna untuk tetap memnyampaikan keluahan-keluahan guna pengembangan jasa perpustakaan ke depan.

 

4.      Unsur – Unsur Promosi  Jasa Layanan Perpustakaan

Agar promosi perpustakaan sekolah dapat berjalan dengan baik maka diperlukan beberapa unsur yang harus diperhatikan, yaitu :

1.       Bahan Pustaka (koleksi)  merupakan unsur penting oleh suatu perpustakaan baik perpustakaan perguruan tinggi atau jenis perpustakaan-perpustakaan lainnya sebagai bahan promosi baik dalam bentuk cetak, web, maupun elektronik

2.       Bahan koleksi digital: Memnyiapkan koleksi perpustakaan berbasis digital yang dapat  diakses oleh pengguna jasa perpustakaan

3.       Layanan / Jasa merupakan jenis layanan yang ada dan diberikan oleh perpustakaan;

4.       Petugas adalah pengelola perpustakaan yang tahu persis tentang kondisi perpustakaan serta sebagai pelaksana dalam pembuatan sarana promosi;

5.       Pemustaka dahulu dikenal dengan pengguna merupakan orang yang memanfaatkan          perpustakaan, sebagai sasaran dari promosi;

6.       Media/Chanel adalah saluran atau peralatan yang dipakai sebagai sarana penyampaian promosi;

7.       Sarana/Prasarana merupakan peralatan yang tersedia dalam pelayanan perpustakaan.

8.    Pelatihan-pelatihan terhadap pengguna jasa tentang cara penggunaan yang baik dari jasa yang disediakan, pelatihan-pelatihan seperti Seminar tentang cara penggunaan perpustakaan online lewat media sosial selain itu Mengadakan kegiatan yang dapat diikuti oleh masyarakat sekolah, seperti lomba, bercerita/dongeng, penelusuran informasi, menulis artikel, abstrak, membuat resensi buku, melukis, mengarang tentang subjek-subjek tertentu yang sedang hangat (in) di sekolah, wisata perpustakaan, bazar, pemutaran film, dll.

 


Komentar